dan ternyata saya memang duduk disana, dan saya bukanlah satu-satunya.
saya menjadi satu dari sekian banyak suara ketika keputusan dibuat disana. sekarang saya masih disana.
anehnya saya tidak merasa membuat keputusan, merasa kekacauan di negri ini bukan tanggungjawab saya.
saya menuduh dan bersembunyi dibalik satu orang yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi,
selama lima tahun ini saya buat tidak pernah terjadi, dan kembali saya membuat janji.
begitu banyak alasan untuk menahan serangan, bahkan kawan atau lawan dikorbankan, dijadikan kambing hitam.
segala cara dan jalan bahkan tidak peduli halal atau haram, untuk melanggengkan jalan supaya bisa melenggang ke senayan.
semua cerita dikarang, agar nampak benar2 pahlawan. semua belang disamarakan, hingga nampak tiada kekurangan.
semaua kata diberi nada agar terdengar bagai disurga, bahkan dihiasi rangkaian bunga, hingga busuk tiada terasa.
amazon shopping great sale
Rabu, 25 Maret 2009
Sabtu, 28 Februari 2009
presiden
pilih saya untuk jadi presiden, begitu saya iklankan dibanyak media waktu itu. kini saya telah menjadi presiden indonesia. saya orang paling berkuasa di negri ini, saya orang nomor satu di Indonesia yang bertanggung jawab atas negri ini. hancurnya negri ini adalah kehancuran saya, kejayaan negri ini adalah kebahagiaan saya. kesusahan negri ini adalah kesusahan saya.
rakyat negri ini adalah saudara saya, anak-anak negri ini adalah anak-anak saya, bapak2 negri ini adalah bapak saya, ibu2 negri ini adalah ibu saya. saya mencintai saudara-saudara saya, anak-anak saya, ibu-ibu saya, bapak-bapak saya dan tidak akan menyakitinya.
akan kujadikan setiap kampung, setiap gang, terang benderang dengan cahaya. akan kuhiasi setiap kampung, setiap gang, setiap rumah, dengan bunga dan tawa riang anak-anak yang penuh harapan. akan kubangun setiap sudut kampung sehingga tidak ada yang kumuh dan bau. akan kubangun setiap jalan dan terhiasi bunga. tidak ada lagi kampung kumuh dan gang-gang yang bau.
kujadikan negri ini penuh harapan dan semangat, tidak ada lagi tangisan karena tergusur, tidak ada lagi kesedihan orang tua karena uang sekolah.
rakyatku, aku adalah bapakmu, aku akan mengurus kalian dengan baik. jiwa dan ragaku taruhanku akan kupersembahkan untuk negriku.
rakyat negri ini adalah saudara saya, anak-anak negri ini adalah anak-anak saya, bapak2 negri ini adalah bapak saya, ibu2 negri ini adalah ibu saya. saya mencintai saudara-saudara saya, anak-anak saya, ibu-ibu saya, bapak-bapak saya dan tidak akan menyakitinya.
akan kujadikan setiap kampung, setiap gang, terang benderang dengan cahaya. akan kuhiasi setiap kampung, setiap gang, setiap rumah, dengan bunga dan tawa riang anak-anak yang penuh harapan. akan kubangun setiap sudut kampung sehingga tidak ada yang kumuh dan bau. akan kubangun setiap jalan dan terhiasi bunga. tidak ada lagi kampung kumuh dan gang-gang yang bau.
kujadikan negri ini penuh harapan dan semangat, tidak ada lagi tangisan karena tergusur, tidak ada lagi kesedihan orang tua karena uang sekolah.
rakyatku, aku adalah bapakmu, aku akan mengurus kalian dengan baik. jiwa dan ragaku taruhanku akan kupersembahkan untuk negriku.
Langganan:
Postingan (Atom)